Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Latih Warga Sukamahi Buat Kopi Dekafeinasi, Upaya Cegah Diare dan Dongkrak Ekonomi Desa


Media Warga+62.My.id – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar pelatihan pembuatan biji kopi dekafeinasi secara konvensional di Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan, sejak April hingga September 2026.

Pelatihan dipimpin Apt. Rani Rubiyanti, M.Farm bersama Dr. Imat Rochimat, S.KM., M.M. Sasarannya adalah 20 orang kader PKK dan 10 warga non produktif ekonomi di Desa Sukamahi.

Program pengabdian masyarakat ini memadukan dua tujuan sekaligus, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Edukasi Pencegahan Diare Lewat Pola Konsumsi Sehat

Ketua Tim, Apt. Rani Rubiyanti,M.Farm, menjelaskan pemilihan kopi dekafeinasi bukan tanpa alasan. Kafein dalam kopi biasa bisa memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang, termasuk memperparah diare.

“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diare dan pentingnya pola hidup sehat. Sekaligus memperkenalkan alternatif kopi dekafeinasi yang lebih ramah bagi lambung,” ujar Rani.

Materi yang diberikan mencakup cara mengenali penyebab diare, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga manfaat mengurangi konsumsi kafein bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita maag.

Warga Dilatih Olah Kopi Biasa Jadi Kopi Dekafeinasi Konvensional

Selain edukasi kesehatan, peserta juga dibekali keterampilan praktis mengolah biji kopi biasa menjadi biji kopi dekafeinasi dengan metode konvensional. Teknik ini sengaja dipilih karena mudah diterapkan di tingkat rumah tangga tanpa membutuhkan alat mahal.

Peserta terlihat antusias mempraktikkan setiap tahapan, mulai dari penyangraian, perendaman, hingga pengeringan biji kopi. 

Targetnya jelas. Pertama, peserta memiliki peningkatan pengetahuan tentang diare. Kedua, memahami apa itu kopi dekafeinasi dan manfaatnya. Ketiga, terampil mengolah kopi biasa menjadi kopi dekafeinasi.

“Kami ingin setelah pelatihan ini, ibu-ibu kader PKK bisa jadi agen perubahan. Ilmu yang didapat disebarkan ke keluarga dan tetangga, sehingga manfaatnya meluas,” kata Rani.

Dorong Inovasi Produk Lokal dan Kesejahteraan

Dr. Imat Rochimat, S.KM., M.M menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan potensi perkebunan kopi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan adanya nilai tambah berupa kopi dekafeinasi, warga diharapkan bisa menciptakan produk baru yang punya daya jual.

“Ini peluang usaha. Kopi dekafeinasi punya pasar tersendiri, terutama untuk mereka yang ingin tetap menikmati kopi tapi tidak cocok dengan kafein. Kalau dikelola dengan baik, bisa menambah penghasilan keluarga,” jelas Imat.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjaga. Inovasi sederhana seperti ini, kata Imat, kalau dijalankan berkelanjutan bisa berdampak besar pada peningkatan derajat kesehatan dan ekonomi warga.

Pemerintah Desa Sukamahi menyambut baik kegiatan tersebut. Ke depan, hasil olahan kopi dekafeinasi dari warga ditargetkan bisa dipasarkan sebagai produk unggulan desa.

Dengan berakhirnya pelatihan, tim Poltekkes berharap Desa Sukamahi tidak hanya semakin paham cara mencegah diare, tapi juga memiliki keterampilan baru yang bisa menggerakkan ekonomi berbasis sumber daya lokal.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama