Media Warga+62.My.id – Suasana berbeda terasa di halaman kantor PT Permodalan Nasional Madani Cabang Tasikmalaya pagi itu. Sebelum masuk ke rangkaian kemeriahan puncak HUT ke-27, ribuan karyawan berbaris rapi mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih.
Momen sakral tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Di tengah refleksi 27 tahun PNM mengabdi, peringatan Hari Lahir Pancasila justru menjadi pengingat yang mengetuk kesadaran. Pancasila ditegaskan bukan sekadar barisan kalimat dalam buku sejarah, melainkan fondasi dan kompas hidup yang menuntun langkah bangsa merajut masa depan Indonesia.
Pemimpin PNM Cabang Tasikmalaya, Ara Koswara, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan yang membakar semangat seluruh insan PNM. Ara menekankan, esensi Pancasila tidak berhenti pada hafalan lima sila, melainkan harus menjelma dalam tindakan nyata.
“Saya berharap seluruh insan PNM Cabang Tasikmalaya tidak hanya menghayati, tetapi benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga saat memberi pelayanan terbaik bagi nasabah,” tegas Ara di hadapan jajaran karyawan.
Ara kemudian mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan semangat kerja PNM ke depan. Ada tiga refleksi penting yang ia garis bawahi.
Pertama, integritas dan etos kerja. Nilai keadilan dan gotong royong harus menjadi ruh dalam mendorong pelaku usaha mikro kecil naik kelas. PNM, kata Ara, lahir untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat akses modal, pendampingan, dan pemberdayaan.
Kedua, sinergi dalam keberagaman. Perbedaan latar belakang karyawan justru menjadi kekuatan. Di usia ke-27, soliditas itu dibutuhkan untuk mencapai target bersama dan memperluas dampak sosial bagi masyarakat Tasikmalaya.
Ketiga, bakti untuk negeri. PNM berkomitmen membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial. Hal itu sejalan dengan sila kelima Pancasila dan menjadi alasan utama PNM terus hadir hingga ke pelosok.
Upacara berlangsung khidmat. Lantunan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila menggema, disimak penuh hormat oleh seluruh peserta. Momen ini sekaligus menjadi kick-off sebelum karyawan larut dalam perayaan HUT PNM.
Bagi PNM Cabang Tasikmalaya, menggabungkan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan puncak HUT bukan tanpa alasan. Keduanya saling menguatkan. Pancasila memberi arah ideologis, sementara HUT ke-27 menjadi penanda kematangan institusi dalam melayani.
“27 tahun bukan waktu yang sebentar. Kami ingin setiap langkah PNM tetap berpijak pada nilai kebangsaan. Dari Pancasila kami belajar adil, peduli, dan bergotong royong,” ujar Ara seusai upacara.
Semangat itu terlihat dari wajah-wajah karyawan. Usai upacara, mereka langsung bersiap melanjutkan agenda perayaan dengan energi baru. Dengan fondasi ideologi yang kuat, keluarga besar PNM Cabang Tasikmalaya menyatakan siap melangkah lebih mantap.
Target ke depan bukan sekadar angka pembiayaan. PNM ingin terus tumbuh, peduli, dan menginspirasi nusantara. Dimulai dari Tasikmalaya, dengan semangat Pancasila sebagai napas pengabdian.***
