Malam Nostalgia Rock 80-an, A Tribut Nicky Astria Sukses Digelar, Diky Candra : Berpotensi Dongkrak PAD

Media Warga+62.My.id – Gema rock era 80-an mengguncang Kafe Rempah Pusaka, Jl. Yudanegara, Rabu malam 17 Juni 2026. Ratusan penggemar Nicky Astria tumpah ruah dalam gelaran A Tribut Nicky Astria yang diinisiasi keluarga besar Capulet Band.

Sejak pukul 19.00, area kafe sudah dipadati pengunjung. Didominasi generasi yang tumbuh besar di era 80–90an, mereka larut dalam nostalgia. Begitu intro lagu-lagu hits Nicky Astria dilantunkan, suasana langsung pecah. Tak sedikit yang ikut berjingkrak, bernyanyi bersama, mengulang lirik legendaris yang membesarkan nama Lady Rocker Indonesia itu.

Para vokalis tampil total membawakan deretan lagu ikonik, dari “Jarum Neraka”, “Bias Sinar”, hingga “Tangan-Tangan Setan”. Aransemen rock yang kental dibalut tata suara apik membuat penonton makin hanyut. Kafe Rempah Pusaka malam itu benar-benar berubah jadi panggung konser mini bernuansa 80-an.

Hadir di tengah keramaian, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara didampingi Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Dedy Mulyana, beserta undangan lainnya. Diky mengapresiasi kerja keras panitia dan Capulet Band yang berani menggelar tribut untuk musisi legendaris.

“Acara seperti ini penting. Selain menghidupkan ruang ekspresi musisi lokal, juga jadi magnet ekonomi,” kata Diky.

Ia menilai pertunjukan musik kreatif mampu mendongkrak sektor UMKM. Kafe penuh, parkir ramai, pedagang sekitar ikut kebagian rezeki. “Ekosistemnya hidup. Musik jalan, UMKM jalan,” tegasnya.

Diky berharap event serupa rutin digelar. Selain menjaga ingatan publik pada karya musisi Indonesia, juga memperkuat Tasikmalaya sebagai kota kreatif. Ia mendorong kolaborasi antara komunitas musik, pelaku usaha, dan pemerintah agar agenda seni budaya makin beragam.

Kadisporabudpar Dedy Mulyana menambahkan, A Tribut Nicky Astria jadi bukti musik lintas generasi tetap punya pasar. “Yang datang bukan cuma usia 40 ke atas. Banyak juga anak muda yang penasaran dan ikut menikmati,” ujarnya.

Menurut Dedy, ini momentum bagus untuk mengkurasi event musik tematik di ruang-ruang publik maupun kafe.

Hingga jelang tengah malam, penonton belum beranjak. Teriakan “we want more” menggema, menutup malam nostalgia yang sukses mengobati rindu penggemar rock 80-an sekaligus menggerakkan denyut ekonomi Kota Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama