Media Warga.My.Id – Puluhan pelaku UMKM Kota Tasikmalaya antusias mengikuti pelatihan digital marketing di Aula Bappelitbangda, Kamis 4 Juni 2026. Kegiatan ini digagas Megavision berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya.
Peserta dibekali jurus jitu memasarkan produk di media sosial. Materi yang disampaikan mulai dari teknik live streaming, pembuatan konten menarik, sampai strategi menjangkau pembeli lewat platform digital.
Kepala Cabang Megavision Tasikmalaya, Ari Sobar, mengatakan pelatihan ini bentuk dukungan agar UMKM lokal naik kelas.
“Kami kolaborasi dengan Pemkot Tasikmalaya. Tujuannya jelas, mensupport pelaku UMKM supaya bisa go digital dan pasarnya makin luas,” ujarnya.
Ditambahkan Sistem Manager Kota Bandung, M.Oki Bimasakti, Ia menegaskan kunci sukses digital marketing adalah koneksi internet yang stabil dan cepat. Tanpa itu, kata dia, live streaming bisa patah-patah, upload konten lama, dan calon pembeli kabur. “Makanya Megavision hadir di Tasikmalaya untuk memastikan kebutuhan internet pelaku usaha terpenuhi,” jelasnya.
Untuk UMKM, Megavision menyiapkan paket khusus bernama Maxi. Kecepatannya mulai 350 Mbps hingga 500 Mbps, cocok untuk kebutuhan live jualan tiap hari. Bagi pengguna rumahan, tersedia paket 400 Mbps dengan harga Rp150 ribu per bulan. “Kami ingin internet cepat bukan lagi barang mewah. UMKM harus bisa akses dengan harga terjangkau,” tambah Oki.
Pelatihan ini disambut positif peserta. Siti, pemilik usaha kerajinan bambu, mengaku selama ini bingung cara mulai jualan online.
“Tadi diajari cara live, bikin caption yang narik, sama jam tayang yang pas. Ternyata nggak sesulit yang dibayangin,” katanya.
Dinas Perindag Kota Tasikmalaya menilai digitalisasi UMKM sudah jadi kebutuhan mendesak. Persaingan makin ketat, dan pasar online membuka peluang tanpa batas wilayah. Dengan internet cepat dan skill digital marketing, produk bordir, kelom geulis, sampai makanan khas Tasik bisa menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Ari berharap, setelah pelatihan ini omzet UMKM Tasikmalaya meningkat signifikan. “Kalau jaringannya kuat dan ilmunya ada, tinggal konsisten. UMKM Tasikmalaya pasti bisa bersaing,” tutupnya.***
