Media Warga+62.My.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Chandra Negara membuat langkah yang tak biasa. Saat tradisi pesta mewah anak pejabat masih marak, Diky justru memilih menggelar pernikahan putra sulungnya secara sederhana.
Raden Diffa M Chandra resmi mempersunting Putri Endita di Jonggol, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 6 Juni 2026. Tanggal cantik itu dipilih tanpa gegap gempita, jauh dari kesan megah yang kerap melekat pada hajatan anak pejabat.
Kabar bahagia itu disampaikan langsung oleh Diky seusai sebuah kegiatan di Tasikmalaya. Ia tak menyebar undangan cetak ke kolega pejabat. Lewat obrolan santai, ia hanya menitip pesan: minta doa restu warga. “Saya mohon doa dari seluruh warga Tasikmalaya agar prosesi putra saya lancar dan penuh berkah,” ucap Diky.
Tak berhenti di situ. Diky juga mengirimkan surat terbuka kepada pimpinan daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan warga. Isinya tegas: pernikahan Diffa digelar tanpa tamu VIP. Jumlah undangan disesuaikan kemampuan keluarga. Tak ada perlakuan khusus, tak ada karpet merah untuk pejabat.
“Sengaja kami batasi. Ini untuk menghindari beban berlebihan dan menutup celah gratifikasi. Saya tidak ingin pernikahan anak jadi ajang pembedaan status,” tulis Diky dalam suratnya.
Ia menekankan, pernikahan adalah momen sakral dua insan, bukan panggung politik atau ajang pamer kuasa. “Saya hanya melaporkan, tanpa mengundang. Sekaligus memohon doa untuk kelancaran acara dan keberkahan calon pengantin. Mohon maaf dan terima kasih,” lanjutnya.
Sikap Diky langsung menuai pujian. Di tengah sorotan publik terhadap pesta mewah pejabat, langkah ini dinilai sebagai keteladanan. Banyak warga menyebutnya tamparan halus bagi budaya hura-hura yang kerap menguras anggaran.
“Jabatan boleh tinggi, tapi hajatan keluarga tetap membumi. Ini contoh bahwa esensi nikah itu sakral, bukan soal mewahnya gedung atau panjangnya daftar tamu,” kata Asep, warga Cihideung.
Diky pun memanjatkan doa untuk Diffa dan Putri Endita. Ia berharap keduanya dilimpahi kebahagiaan, diberikan kelanggengan, serta menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah hingga akhir hayat.
Doa dari warga Tasikmalaya mengalir di media sosial dan grup percakapan. Mereka mendoakan pasangan muda itu kuat mengarungi bahtera rumah tangga dan membawa manfaat bagi sekitar.***
Dengan pilihan sederhananya, Diky Chandra mengirim pesan moral yang kuat: kebahagiaan tak diukur dari megahnya resepsi, melainkan dari keberkahan yang mengiringi langkah awal rumah tangga sang anak.***
