Media Warga.My.id – Seragam loreng berbaur dengan air Sungai Ciwulan, meski harus basah-basahan, prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan 939/Macan Putih tampak antusias. Bahu-membahu, mereka menebar ribuan benih ikan lokal bersama Komunitas Video Dunia Ikan di aliran sungai yang berada tak jauh dari Markas sementara Yonif TP 939 Macan Putih, Gebu, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (01/06/ 2026).
Jenis ikan yang ditebar bukan sembarang ikan. Benih nilem dan baragala dipilih karena merupakan spesies asli perairan Tasikmalaya. Keduanya dinilai mampu beradaptasi cepat dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf. Deddy Setya Wijaya,menegaskan, kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga kelestarian alam.
“Ini upaya kami untuk merawat ekosistem. Sungai yang sehat akan memberi manfaat besar bagi masyarakat sekitar,” ujarnya di sela kegiatan.
Deddy mengingatkan, ikan-ikan yang ditebar harus dibiarkan tumbuh dan berkembang biak secara alami. Ia mengimbau warga untuk tidak menangkap ikan dengan cara merusak, seperti portas atau menyetrum. “Portas dan setrum bukan hanya membunuh ikan, tapi juga merusak biota lain. Ekosistem bisa hancur,” tegasnya.
Tak hanya menebar benih ikan, aksi peduli lingkungan ini juga diisi dengan penanaman pohon kelapa di bantaran Sungai Ciwulan. Pohon kelapa dipilih karena akarnya kuat menahan tanah, sehingga efektif mencegah erosi dan longsor saat debit air tinggi. Langkah ganda ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan.
Menurut Deddy, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. Ia ingin masyarakat semakin sadar bahwa sungai bukan tempat sampah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
“Kalau sungai terjaga, ikan melimpah, air bersih, dan bencana bisa diminimalisir. Ini untuk anak cucu kita,” katanya.
Kolaborasi dengan Komunitas Video Dunia Ikan pun diapresiasi. Perwakilan komunitas, Teten Muharam.Ia menyebut sinergi dengan TNI membuka ruang lebih luas untuk kampanye pelestarian sungai.
“Kami berterima kasih kepada Yonif TP 939/Macan Putih. Kolaborasi seperti ini harus terus jalan,” ucap Teten.
Ia menambahkan pesan penting bagi masyarakat. “Kalau belum bisa menebar ikan, minimal kita bisa memelihara. Jangan merusak. Cukup jaga kebersihan sungai dan biarkan ikan berkembang biak,” tegasnya.
Aksi tebar benih ini tidak berhenti di Ciwulan. Komunitas Video Dunia Ikan bersama Yonif TP 939/Macan Putih sudah merencanakan kegiatan serupa di wilayah Sukaratu dalam waktu dekat. Targetnya, memperluas area konservasi ikan lokal sekaligus membangun kesadaran kolektif warga Tasikmalaya.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila itu pun terasa simbolis. Menjaga alam adalah bagian dari mengamalkan nilai Pancasila, khususnya sila kelima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Alam yang lestari adalah bentuk keadilan untuk generasi mendatang.
Matahari mulai tinggi ketika ribuan benih terakhir dilepas ke Sungai Ciwulan. Gemericik air dan riak kecil yang ditimbulkan ikan-ikan itu seolah menjadi penanda harapan baru. Harapan bahwa sungai di Tasikmalaya akan kembali kaya, bersih, dan lestari, lewat aksi kecil yang dilakukan bersama-sama.***
