Hadiri Kegiatan Muslimat NU di Masjid Agung, Diky Candra Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan


Media Warga+62.My.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, bersama istri Hj Rani Permayani menghadiri undangan Muslimat NU Kota Tasikmalaya di Masjid Agung, Jumat (19 Juni 2026). Acara tersebut digelar dalam rangka Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah yang juga dihadiri Menteri PPPA, Arifah Fauzi,

Namun, Diky tak bisa mengikuti acara hingga selesai. Ia harus pamit lebih awal karena sudah terjadwal memenuhi undangan warga Mangkubumi, tepatnya para pengrajin tahu yang sedang menghadapi persoalan kenaikan harga kedelai.

“Gak apa-apa belum sempat bertemu Bu Menteri karena ada Pak Wali Kota beserta istri dan bundanya. Berbagi tugas saja, semoga semua ada dalam keberkahan. Khususnya Muslimat NU, kehadiran Bu Menteri PPPA tentu jadi penyemangat,” ujar Diky.

Meski singkat, Diky tetap menyampaikan pandangannya soal pemanfaatan pekarangan. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia mencontohkan konsep apartemen sayur yang bisa dikembangkan di rumah warga. 

“Sebetulnya ada apartemen sayur, ada pakcoy, cabai, tomat, dan lainnya yang sangat mungkin jadi bagian dari pemanfaatan pekarangan. Selain untuk ketahanan pangan, juga bisa untuk tanaman obat,” jelasnya.

Diky menilai, di tengah kondisi fiskal yang kurang menguntungkan, baik di tingkat nasional maupun lokal, kreativitas dan kepekaan memanfaatkan sumber daya jadi kunci.

 “Pemanfaatan ruang dan pekarangan adalah hal yang dibutuhkan. Dipastikan akan berdampak dan memberi manfaat langsung ke keluarga,” tambahnya.

Ia berharap materi yang disampaikan Menteri PPPA kepada ibu-ibu Muslimat NU bisa diserap dan dipraktikkan. Pekarangan yang produktif, kata Diky, bukan hanya menekan pengeluaran dapur, tapi juga membangun kemandirian pangan dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.

Acara di Masjid Agung berlangsung khidmat. Ratusan ibu-ibu Muslimat NU tampak antusias mengikuti sosialisasi. Kehadiran Menteri PPPA menjadi motivasi tersendiri bagi kader untuk menggerakkan program pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Diky melanjutkan agenda ke Mangkubumi untuk menyerap aspirasi perajin tahu. Pembagian tugas dengan Wali Kota, menurutnya, adalah bentuk komitmen Pemkot hadir di tengah masyarakat. 

“Kami berbagi peran agar semua undangan warga bisa terlayani. Prinsipnya, pemerintah harus hadir dan mendengar,” tutupnya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama