Media Warga+62.My.id – Dua hari penuh semangat dan adu teknik karate di GOR Sukapura Dadaha akhirnya tuntas. "Tasikmalaya Karate Open Tournament 2026" yang digelar FORKI Kota Tasikmalaya resmi berakhir pada Minggu, 17 Mei 2026, dengan meninggalkan jejak prestasi bagi ratusan karateka dari berbagai dojo.
Sejak pembukaan, ratusan atlet dari berbagai daerah unjuk kemampuan di hadapan dewan juri dan penonton yang memadati tribun. Pertandingan berlangsung sengit di setiap kelas usia dan kategori, mulai dari kata,kumite,festival.
Di akhir turnamen, Dojo Saga asal Garut keluar sebagai juara umum. Kontingen Garut ini mendominasi perolehan medali dengan 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Penampilan konsisten para atletnya membuat Dojo Saga berhak membawa pulang piala bergilir turnamen.
Pelatih Dojo Saga, Ikbal Nurfalah, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, hasil ini adalah buah dari latihan ketat yang dijalani para atlet dalam beberapa bulan terakhir.
“Alhamdulillah, kerja keras anak-anak tidak sia-sia. Mereka tampil disiplin dan fokus sejak awal. Ini bukti bahwa latihan yang terarah bisa menghasilkan prestasi,” ujar Ikbal usai menerima piala juara umum.
Ia berharap turnamen seperti ini bisa digelar rutin setiap tahun. Bagi Ikbal, ajang kompetisi terbuka menjadi wadah penting untuk mengasah mental bertanding dan kemampuan teknis karateka, terutama yang masih berusia muda.
“Event seperti ini sangat dibutuhkan. Di sini anak-anak belajar mental, belajar sportivitas, dan belajar menghargai lawan. Semoga tahun depan bisa lebih besar lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua FORKI Kota Tasikmalaya, Yuki Wahyuki, mengaku bersyukur karena penyelenggaraan perdana turnamen ini berjalan lancar dan sukses. Ia menyebut antusiasme peserta melebihi ekspektasi awal.
“Kami bersyukur acara bisa berjalan aman, tertib, dan kompetitif. Terima kasih kepada semua dojo yang sudah berpartisipasi. Kehadiran kalian membuat turnamen ini hidup,” ujar Yuki.
Meski sukses secara umum, Yuki mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Sebagai event perdana, FORKI Kota Tasikmalaya mencatat sejumlah catatan teknis dan non-teknis yang akan menjadi bahan perbaikan.
“Ini pengalaman berharga bagi kami. Ada beberapa hal kecil di lapangan yang harus dibenahi agar tahun depan lebih profesional. Kami akan jadikan evaluasi ini sebagai modal untuk lebih baik lagi,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, FORKI Kota Tasikmalaya berencana menggelar kejuaraan karate khusus tingkat pelajar dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk memperluas pembinaan dan menjaring bibit atlet muda sejak usia sekolah.
“Kami ingin karate masuk lebih dalam ke sekolah-sekolah. Kalau pembinaan usia dini kuat, maka prestasi di tingkat senior juga akan ikut naik,” kata Yuki.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen. Mulai dari pemerintah kota, pengelola GOR Dadaha, panitia, wasit, hingga orang tua atlet yang hadir memberi semangat.
“Tanpa dukungan semua pihak, event ini tidak akan berjalan lancar. Semoga sinergi ini terus berlanjut agar olahraga karate di Tasikmalaya semakin berkembang,” tutupnya.***
