Riung Mungpulung PWRI, Puluhan Mantan Pejabat Tasikmalaya Eratkan Silaturahmi Lintas Generasi

 


Media Warga+62.My.Id - Suasana penuh kehangatan dan nostalgia menyelimuti kediaman Hj.Tien Kartini di Jalan Sukasari, Gunung Pongpok, Kota Tasikmalaya, Minggu pagi, (05/04/2026).

Puluhan mantan pejabat dan ASN Pemerintah Kota Tasikmalaya yang terhimpun dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menggelar Riung Mungpulung dan Silaturahmi pensiunan berdinas tahun 1995-2000.

Acara ini menjadi momen langka yang mempertemukan para tokoh penting yang pernah menakhodai Tasikmalaya. Hadir di antaranya mantan Bupati dan Walikota Tasikmalaya, yakni H.Suljana, H.Syarif Hidayat,H.M. Yusuf, H.Budi Budiman, H.Dede Sudrajat, jajaran PWRI Bandung, Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, serta mantan pejabat penting lainnya.

Mewakili PWRI Kota Tasikmalaya, H.Budi Budiman mengaku bangga bisa kembali bertatap muka langsung dengan para sahabat lama seperjuangan. Menurut mantan Walikota Tasikmalaya dua periode itu, bertemu secara langsung kini menjadi hal yang sangat berharga di tengah gempuran teknologi.

"Silaturahmi dengan bertemu langsung itu mahal, terutama di zaman teknologi saat ini, dimana mengucapkan Idulfitri cukup via WhatsApp," ujar Budi Budiman disambut anggukan para hadirin.

Ketua PWRI Kota Tasikmalaya, H.Rahmat Kurnia, menyampaikan terima kasih atas solidnya kehadiran anggota PWRI dalam agenda tahunan ini. Menurutnya, Riung Mungpulung memang sengaja digelar rutin tiap tahun untuk merawat ikatan emosional antar mantan pejabat dan ASN Pemkot Tasikmalaya.

"Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya sehingga jalinan silaturahmi dapat terus terjaga. Walau sudah purna tugas, semangat pengabdian dan persaudaraan tidak boleh purna," tegas Rahmat Kurnia.

Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd.Diky Candranegara, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kekompakan para purna pejabat dan ASN yang masih erat menjaga tali silaturahmi.

Di hadapan para senior, Diky mengaku memilih lebih banyak mendengar dan menyerap masukan.

"Di forum seperti ini kami tidak bisa banyak bicara. Kami hanya bisa meminta arahan dan masukan dari para sesepuh untuk kemajuan Kota Tasikmalaya," ujar Diky Candra usai kegiatan.

Diky menambahkan, pengalaman dan pandangan para mantan pemimpin daerah menjadi bekal berharga bagi pemerintah saat ini. Ia menilai, jejak kebijakan dan kisah keberhasilan maupun tantangan di masa lalu bisa menjadi cermin dalam merumuskan langkah ke depan, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang tidak mudah.

Acara yang berlangsung sejak pagi itu ditutup dengan tausiyah dari mantan Walikota Tasikmalaya, H.Syarif Hidayat.

Dalam pesannya, Syarif mengingatkan pentingnya menjaga integritas, memperkuat ukhuwah, serta terus mendoakan yang terbaik bagi Kota Tasikmalaya dari manapun posisi saat ini.

Usai tausiyah, suasana semakin cair dengan sesi ramah tamah dan alunan tembang kenangan masa lalu. Lagu-lagu lawas yang diputar membuat para tamu larut dalam nostalgia, mengenang masa pengabdian dan dinamika pemerintahan di era 1990-an hingga awal 2000-an.

Hj.Tien Kartini selaku tuan rumah mengaku bahagia kediamannya bisa menjadi titik temu silaturahmi para tokoh Tasikmalaya.

"Rumah ini terbuka untuk silaturahmi. Melihat para bapak dan ibu bisa kumpul, tertawa bersama, itu kebahagiaan tersendiri," ucapnya.

Riung Mungpulung PWRI ini sekaligus menegaskan bahwa purna tugas tidak memutus ikatan pengabdian. Melalui forum seperti ini, para mantan pejabat tetap berkontribusi dengan gagasan, doa, dan semangat kebersamaan demi Tasikmalaya yang lebih baik.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama