Media Warga+62.My.Id - Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) resmi berubah menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) setelah menerima Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2026. Penyerahan Surat Keputusan tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Diktis, Dr. Asroi, M.Pd, kepada Rektor IAIT yang kini menjadi Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag. Perubahan bentuk ini menandai fase baru dalam perjalanan institusi, dari institut menjadi universitas yang memiliki cakupan keilmuan lebih luas, integratif, dan adaptif terhadap perkembangan global.
"Perubahan ini bukan hanya perubahan nama, tetapi merupakan bukti nyata dari kerja kolektif seluruh civitas akademika. Ini adalah pengakuan atas kinerja, sekaligus menjadi tantangan besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, serta kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar Dr. Ade Zaenul Mutaqin, saat dihubungi via WhatsApp, Kamis,(02/04/2026).
Sebagai universitas, UNITAS dihadapkan pada berbagai tantangan strategis, antara lain: penguatan mutu akademik dan akreditasi institusi maupun program studi, pengembangan riset dan publikasi ilmiah bereputasi nasional dan internasional, transformasi digital dalam sistem pembelajaran dan manajemen kampus, peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global, serta penguatan kemitraan strategis dengan dunia industri, pemerintah, dan institusi internasional.
Namun demikian, perubahan ini juga membawa harapan besar, UNITAS diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam pengembangan karakter, nilai-nilai keislaman, dan kontribusi terhadap peradaban.
Dengan status baru sebagai universitas, UNITAS membuka peluang pengembangan program studi lintas disiplin, memperluas akses pendidikan tinggi, serta memperkuat peran sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.
Momentum ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi pembangunan nasional, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.***
