Tingkatkan Harga dan Ekonomi Warga, HPDKI Tasikmalaya Gelar Latihan Bersama


Media Warga+62.My.Id
- Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) Ranting Santanamekar, Cisayong menggelar Latihan Bersama (Latber) di Lapang Pamidangan Batu Wulung, Kampung Peuneuysari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jum'at (27/3/2026).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan harga domba dan meningkatkan ekonomi warga sekitar.

Asep M, pemilik lapang Pamidangan Batu Wulung dan pengurus HPDKI Ranting Santanamekar, menjelaskan bahwa kegiatan latihan bersama ini rutin dilaksanakan setiap Jum'at sore.

"Dengan seringnya diadakan acara ketangkasan domba, mampu menarik minat dan perhatian masyarakat untuk menggeluti di bidang peternakan domba, khususnya domba Garut," ujarnya.

Asep mengungkapkan bahwa bukan hanya kalangan orang tua saja yang tertarik, tapi banyak juga anak-anak muda yang mulai tertarik untuk memelihara domba.

"Alhamdulilah, dengan seringnya diadakan acara latihan bersama di Pamidangan ini, banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk menekuni dunia ternak domba," tambah Asep.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Perdagangan berkomitmen untuk tidak memberikan ijin karkas infor domba dan kambing serta menindak tegas praktek infor karkas ilegal yang sangat merugikan para peternak domba dan kambing di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat dan memastikan harga di tingkat peternak tetap stabil.

Asep menjelaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.

"Bagi peternak rakyat, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memastikan harga di tingkat peternak tetap stabil," ujarnya.

Selama ini, praktek infor ilegal dinilai dapat mengganggu keseimbangan pasar karena dijual dengan harga lebih rendah. Oleh karena itu, pemerintah juga harus mendorong pengembangan pasar sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat harmonisasi persyaratan ekspor domba dan kambing. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peternak rakyat untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual ternak.

"Dampak ekonominya luar biasa. Peternak langsung merasakan manfaatnya," tambah Asep.

Kombinasi antara penguatan pengawasan dan pembukaan akses pasar ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat, stabil, dan berkelanjutan bagi peternak rakyat. Kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor domba dan kambing sekaligus memperkuat peran peternak rakyat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Asep berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak domba dan kambing di Indonesia dan membuat sektor peternakan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan ekonomi nasional.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama