Mereka meluncurkan inovasi pembuatan alat yang dinamakan Incinerator (Alat Pembakar Sampah) yang dibangun di belakang SDN 1 Cilongkrang. Inovasi ini disahkan bersama Kepala Desa Cilongkrang pada Senin, 09 Maret 2026.
"Kami menginisiasi pembuatan Incinerator atau alat pembakar sampah ini untuk mengatasi permasalahan sampah anorganik yang tidak bisa di komposkan, sehingga tidak terjadi penumpukan," ujar Wakil Ketua Kelompok KKN Desa Cilongkrang, Arip Saripudin.
Dikatakan Arip, awal mula dirinya menciptakan Incinerator termotivasi saat dirinya melihat tumpukan sampah yang tidak bisa diolah sehingga terlihat kumuh dan kotor.
" Saya termotivasi membuat alat ini setelah melihat tumpukan sampah yang tidak bisa dibuat kompos,sehingga terlihat kumuh dan kotor" ujar mahasiswa jurusan Fakultas Teknik ini.
Ditambahkan Ketua Kelompok KKN Desa Cilongkrang, Rahmat Ramadhan, bahwa tujuan pembuatan Incinerator ini adalah untuk meminimalisir polusi dengan mengalihkan kebiasaan pembakaran sampah terbuka (open burning) ke pembakaran yang lebih terlokalisasi di dalam alat, sehingga persebaran asap lebih terkendali.
Selain itu, Incinerator juga dapat menjadi solusi bagi sampah residu yang selama ini menumpuk di lingkungan desa agar tidak mencemari lahan warga.
"Dengan adanya Incinerator ini, kami berharap dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa sampah anorganik pun bisa dikelola dengan alat sederhana yang dapat dibuat secara swadaya oleh warga desa," tambah Rahmat.
Pembuatan Incinerator ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Dengan demikian, Desa Cilongkrang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengatasi permasalahan sampah anorganik.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Cilongkrang dan mendapatkan respon positif. "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Desa Cilongkrang yang telah memberikan kami solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah anorganik," kata salah satu warga Desa Cilongkrang.
Dengan dibangunnya Incinerator ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi permasalahan sampah anorganik di Desa Cilongkrang dan sekitarnya.***
