Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Meningkat, 44 Orang Positif dan 3 Orang Dirawat

Keterangan :Kadis Kesehatan,dr.Asep Hendra, saat diwawancara usai kegiatan RhampCheck di Terminal Indihiang


Media Warga+62.My.Id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, sejak awal Januari hingga Maret 2026, terdapat 44 orang positif terserang nyamuk aedes aegypti, dan 3 orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan bahwa kasus DBD ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kesadaran masyarakat yang rendah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di Kota Tasikmalaya sekarang ini mulai menurun, kemungkinan ada jentik nyamuk tumbuh menjadi dewasa," ujar Asep Hendra, saat dikonfirmasi disela acara Rampcheck di Terminal Indihiang, Senin, 16 Maret 2026.

Asep menambahkan bahwa petugas kesehatan dan puskesmas telah melakukan upaya pencegahan dan pengobatan, namun masih diperlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, menguras bak air, menutup dan mengubur (3M) harus dilakukan agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa," katanya.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya DBD dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami mengimbau agar setiap sekolah, kantor, pesantren bisa menjaga kebersihan lingkungan ditambah gantungan pakaian di rumah harus selalu bersih," pungkas Asep.

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun petugas kesehatan tetap waspada dan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menekan kasus DBD.

"Dinas kesehatan tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat harus peduli pada lingkungan guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa," kata Asep.

Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pencegahan DBD dengan cara 3M, serta mengikuti program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) untuk menekan kasus DBD di Kota Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama