Media Warga+62 My.id – Dalam upaya mendekatkan layanan keuangan syariah langsung ke masyarakat,hingga tingkat desa,
Otoritas Jasa Keuangan, OJK, bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, KNEKS, menggandeng Persatuan Islam,(PERSIS).Langkah tersebut diwujudkan lewat School of Syariah, SoS, dan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah, EPIKS, yang digelar di Auditorium Institut Agama Islam IAI PERSIS Garut, Kamis (18/06/2026).
Sebanyak 430 peserta dari lingkungan PERSIS dan masyarakat Kabupaten Garut hadir dalam kegiatan yang didukung Bank Syariah Indonesia, BSI, serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian. Program ini merupakan kelanjutan Pra-EPIKS daring pada 8 Juni 2026 yang diikuti 214 peserta.
Dalam rangkaian SoS dan EPIKS, peserta tidak hanya mendapat materi literasi keuangan syariah. Mereka juga dikenalkan dengan Agen Layanan Keuangan Syariah yang diharapkan menjadi jembatan bagi warga yang selama ini sulit mengakses layanan formal.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan peran strategis organisasi Islam.
“Ormas Islam punya semangat pemberdayaan yang kuat. Mereka mitra strategis untuk memperkuat solidaritas sosial, memperluas akses ekonomi, dan meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan syariah yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ismail, edukasi lewat ormas lebih efektif. Tujuannya agar literasi tidak berhenti jadi pengetahuan, tapi benar-benar mendorong warga menggunakan layanan keuangan syariah.
Pemerintah Kabupaten Garut menyambut positif kolaborasi ini. Sekretaris Daerah Nurdin Yana, mewakili Bupati Garut, menilai program EPIKS dan SoS sebagai langkah konkret.
“Ini strategi memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah lewat tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perluasan akses hingga komunitas,” kata Nurdin.
Pada kesempatan yang sama, OJK mengukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah sebagai ujung tombak edukasi. BSI juga mengukuhkan Agen LAKU PANDAI Syariah, sementara Unit Usaha Syariah PT Pegadaian melantik Agen Pegadaian Syariah untuk melayani warga Garut.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menyebut kehadiran duta dan agen ini sebagai kunci mendekatkan layanan.
“Kami ingin edukasi dan akses keuangan syariah lebih dekat dengan masyarakat. Manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan merata,” jelasnya.
OJK berharap sinergi dengan ormas Islam terus diperkuat. Sebab literasi tanpa akses ibarat membuka pintu tanpa menyediakan jalan. Lewat jaringan PERSIS, edukasi dan layanan keuangan syariah diyakini mampu menjangkau pelosok desa sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.***
