Media Warga+62.My.id – Anemia pada ibu hamil masih jadi ancaman serius bagi kesehatan ibu dan bayi. Untuk menekan risiko itu, tim dosen Jurusan Kebidanan turun langsung ke lapangan menggelar Pemberdayaan Kelas Ibu Hamil di dua kelurahan Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Juni 2026.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini digawangi Yulia Herliani, SST.,M.Keb. dan Santi Yuliatuti, SST.,M.Keb. Mereka menggandeng bidan Puskesmas Mangkubumi, bidan kelurahan, kader kesehatan, serta mahasiswa kebidanan. Sasarannya jelas: deteksi dini anemia sekaligus edukasi pencegahan.
Hari pertama berlangsung di Kelurahan Cipawitra, Kamis (12 Juni 2026). Sebanyak 16 ibu hamil hadir dengan antusias. Sehari setelahnya, Jumat (13 Juni 2026), giliran 14 ibu hamil di Kelurahan Karikil mengikuti kegiatan serupa. Dari awal hingga akhir, peserta aktif bertanya dan mencatat materi yang disampaikan.
Rangkaian kelas dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dasar. Tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan diukur satu per satu. Yang paling penting, tim melakukan cek kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui risiko anemia sejak dini. Hasilnya langsung dibahas bersama peserta.
Setelah pemeriksaan, sesi edukasi jadi inti kegiatan. Tim menjelaskan bahaya anemia bagi ibu dan janin, mulai dari risiko perdarahan, bayi lahir prematur, hingga berat badan lahir rendah. Peserta juga diedukasi soal pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) atau Tablet Fe secara rutin. Tak sekadar minum, cara konsumsi yang benar ikut dipraktikkan agar penyerapan zat besi optimal.
Materi berlanjut ke pola makan bergizi. Ibu hamil diajak mengenali sumber zat besi dari makanan sehari-hari, cara mengolahnya, serta pentingnya kombinasi dengan vitamin C. Pesan lain yang ditekankan: periksa kehamilan teratur dan terapkan perilaku hidup sehat.
Ketua Tim Pengabdian, Yulia Herliani, menegaskan anemia kehamilan bukan masalah sepele. “Komplikasinya bisa ke ibu dan bayi. Karena itu deteksi dini dan edukasi harus terus menerus,” ujarnya.
Yulia berharap kelas ini membuat ibu hamil tak hanya paham teori, tapi juga disiplin minum TTD, menjaga gizi, dan rutin kontrol kehamilan.
Program ini bertujuan ganda, yaitu meningkatkan pengetahuan, mendorong kepatuhan konsumsi tablet Fe, dan mengubah perilaku ibu hamil jadi lebih sehat. Dengan begitu, angka anemia kehamilan di Kota Tasikmalaya diharapkan turun.
Kolaborasi perguruan tinggi, nakes, kader, dan masyarakat jadi kunci. Lewat kelas ibu hamil di Cipawitra dan Karikil, akademisi membuktikan peran nyata mendukung pembangunan kesehatan. Upaya kecil di tingkat kelurahan ini diharapkan berdampak besar: ibu sehat, bayi selamat.***

