Media Warga+62.My.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan pembinaan bagi PAC dan Ranting FKDT se-Kota Tasikmalaya. Acara berlangsung di kantor Sekretariat DPC FKDT, Jalan Rajawali, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Selasa (05/05/2026).
Hadir sebagai narasumber Kepala Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dr. H. Agus Buhori, S.Ag., M.M., Pd. Dalam materinya, ia menyampaikan aturan terbaru dari Ditjen Pesantren berdasarkan Perpres Nomor 18 Tahun 2026.
Menurutnya, regulasi tersebut menuntut adanya pembenahan internal maupun eksternal, terutama dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.
Agus menyebut, tantangan yang dihadapi guru madrasah saat ini cukup kompleks. Selain persoalan kesejahteraan, regulasi yang terus berkembang juga menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di madrasah dinilai masih kurang.
Ketua DPC FKDT Kota Tasikmalaya, H. Ahmad Syafei, mengatakan bahwa meski secara finansial guru madrasah belum memadai, mereka tetap harus memiliki jenjang pendidikan yang setara. Ia berharap ke depan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru madrasah.
Dengan adanya sistem EMIS atau (Education Management Information System), penyelenggara madrasah dituntut menyesuaikan diri seperti pendidikan formal. Mulai dari pendataan siswa, guru, tenaga pendidik, hingga lembaga harus tercatat secara rapi dan terintegrasi.
Pada kesempatan itu, Ahmad juga mengungkapkan kondisi insentif guru madrasah yang masih sangat minim. Saat ini, insentif yang diterima hanya Rp50 ribu per bulan atau Rp600 ribu per tahun dan dibayarkan sekali dalam setahun.
“Biasanya dibayarkan saat bulan puasa, namun hingga saat ini belum cair karena efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan ada kenaikan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah. Menurutnya, para guru telah berkontribusi besar dalam membentuk karakter anak yang berakhlakul karimah demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi para pengurus dan tenaga pendidik FKDT untuk terus beradaptasi dengan regulasi baru. Sekaligus menjadi ajang menyampaikan aspirasi agar perhatian terhadap kesejahteraan guru madrasah semakin ditingkatkan oleh pemerintah.***
