Media Warga+62.My.id – Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 resmi bergulir di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya, selama tiga hari dari 1 hingga 3 Mei 2026. Ajang bergengsi untuk kategori Kyorugi dan Poomsae ini menjadi barometer perkembangan taekwondo di Jawa Barat sekaligus ajang uji nyali bagi atlet daerah.
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Barat, Divie S.H., M.H., mengapresiasi langkah berani panitia yang berani naik kelas. Menurutnya, Tasik Open kini mengalami kemajuan besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu kesan ‘jago kandang’ masih melekat karena hanya diikuti peserta se-Priangan Timur. Sekarang mereka berani mengundang peserta dari lima provinsi. Ini sangat positif untuk mengukur sejauh mana kemampuan atlet Tasikmalaya saat berhadapan dengan pesaing dari luar daerah,” kata Divie di sela kejuaraan, Sabtu (02/05/2026).
Tahun ini, Tasik Open 9 diikuti sekitar 1.250 peserta. Peserta terjauh datang dari Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Melonjaknya jumlah peserta membuat kapasitas GOR Sukapura menjadi sorotan utama.
Divie juga membawa kabar membanggakan. Salah satu atlet Kota Tasikmalaya baru saja menyabet medali emas di Kejurnas Kalimantan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan di Tasikmalaya mulai menunjukkan hasil nyata.
Ia berharap Pemkot dan Pemprov Jawa Barat segera memperhatikan kondisi sarana olahraga. “Harapan kami tahun depan ada gedung yang mampu menampung peserta lebih banyak. Kami sudah sampaikan ke Wakil Wali Kota. Tasikmalaya adalah salah satu kota terbaik di Jawa Barat dan sangat membutuhkan sarana olahraga yang representatif,” tegasnya.
Divie menilai, jika pembangunan gedung baru belum memungkinkan, setidaknya renovasi fasilitas yang ada perlu segera dilakukan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandra, mengaku prihatin melihat kondisi GOR saat ini.
“Jujur saya sedikit terpukul melihat lapangan kita yang kurang representatif. Kami berharap ke depan ada gambaran baik untuk perluasan wilayah kejuaraan, karena ini sangat dibutuhkan atlet,” ungkapnya.
Namun, Dicky mengakui adanya kendala anggaran. Efisiensi tengah terjadi di semua lini, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Meski begitu, semangat Tasik Open 9 membuktikan bahwa prestasi bisa tumbuh meski fasilitas belum ideal. Dengan dukungan lebih besar dari pemerintah, Tasikmalaya berpotensi menjadi tuan rumah kejuaraan nasional yang lebih megah di tahun-tahun mendatang.***
