Media Warga+62.My.id – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah Kota Tasikmalaya bersilaturahmi dengan Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, Selasa (26 Mei 2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu membahas rencana penyelenggaraan Baitul Arqam pada Juni 2026.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri Fajar, menyampaikan langsung undangan kepada Rd. Diky untuk hadir dalam agenda kaderisasi tersebut.
“Hari ini kami bersilaturahmi dengan Pak Diky Candranegara sekaligus mengundang beliau untuk hadir pada acara Baitul Arqam yang akan diselenggarakan bulan Juli mendatang,” ungkap Fajar usai pertemuan.
Fajar menjelaskan, Baitul Arqam merupakan jenjang pendidikan kader utama di tubuh Pemuda Muhammadiyah dan Pemudi Nasyiyatul Aisyiyah. Forum ini dirancang untuk membentuk karakter, wawasan, dan militansi kader muda Muhammadiyah agar siap menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.
“Baitul Arqam merupakan pendidikan kader di Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah,” tegasnya.
Lebih jauh, Fajar menyebut Baitul Arqam kali ini menargetkan penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Pemuda Muhammadiyah berencana mengorbitkan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah atau Pemudi Muhammadiyah di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.
“Baitul Arqam bagi kami adalah bagian dari perkaderan di muda-mudi yang kemudian nanti mengorbitkan dengan menghadirkan PCPM-PCPM di setiap kecamatan, di 10 kecamatan,” jelasnya.
Agenda Baitul Arqam tidak hanya fokus pada internal organisasi. Sejumlah tema strategis akan dibahas, mulai dari penguatan ideologi dan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi, hingga isu sosial kemasyarakatan.
“Tentunya dalam kegiatan tersebut akan membahas mengenai penguatan kader di Muhammadiyah, ekonomi sosial dan kemasyarakatan. Hal itu yang harus ada pencerahan,” tambah Fajar.
Ia berharap kehadiran Plh Wali Kota Tasikmalaya dapat memberi semangat baru bagi para peserta. Sinergi antara Pemuda Pemudi Muhammadiyah dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam membina generasi muda.
“Kami ingin pemerintah hadir melihat langsung proses kaderisasi. Kolaborasi umaro dan organisasi kepemudaan Islam sangat dibutuhkan untuk membangun Tasikmalaya,” ujar Fajar.
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menyambut baik undangan tersebut. Ia mengapresiasi peran Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah yang konsisten dalam pembinaan umat dan generasi muda.
“Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah.selalu jadi mitra strategis pemerintah. Baitul Arqam ini penting untuk mencetak kader yang berakhlak, cerdas, dan peduli sosial,” kata Diky.
Diky menyatakan akan mengatur agenda agar bisa hadir dan memberikan dukungan. Menurutnya, penguatan kader di organisasi kepemudaan akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan daerah.
“Insyaallah saya upayakan hadir. Kaderisasi adalah investasi jangka panjang. Kalau kadernya kuat, kotanya juga kuat,” tuturnya.
Baitul Arqam Juni mendatang ditargetkan diikuti puluhan kader dari seluruh cabang dan ranting Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah se-Kota Tasikmalaya. Selain materi klasikal, peserta juga akan dibekali praktik lapangan dan proyek sosial sebagai implementasi nilai-nilai Muhammadiyah.***

