Media Warga+62.My.id – Raut haru sekaligus bahagia menyelimuti 244 wisudawan-wisudawati Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) dalam gelaran Wisuda XV Program Profesi, Sarjana, dan Diploma III periode April 2026. Prosesi khidmat berlangsung di Ballroom Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, Rabu (29/04/2026).
Tepuk tangan keluarga pecah saat satu per satu lulusan maju ke panggung. Toga bergeser, senyum mengembang, air mata pun tak terbendung. Perjuangan bertahun-tahun di bangku kuliah akhirnya berbuah gelar akademik.
Rektor Umtas, Neni Nuraeni, M.Kep, NS, Sp.Kep.Mat, mengaku bangga sekaligus terharu melihat capaian para mahasiswa. “Ini bukti kegigihan. Banyak tantangan, tapi kalian bisa sampai titik ini,” ujarnya dari podium. Namun di balik rasa bangga, terselip rasa was-was.
Ia tak menutup mata dengan realitas dunia kerja saat ini. Lapangan kerja makin kompetitif, sementara lulusan perguruan tinggi terus bertambah tiap tahun. Karena itu, Umtas tak hanya membekali mahasiswa dengan mata kuliah umum. Ilmu kewirausahaan jadi menu wajib.
“Kami ingin lulusan Umtas tidak hanya mencari kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Mindset entrepreneur harus tumbuh sejak di kampus,” tegasnya.
Di tengah wisuda, Rektor juga mengungkap rencana besar. Umtas akan membuka program pendidikan baru: Fakultas Islam dengan Jurusan Haji dan Umroh. Pembukaan prodi ini ditargetkan terealisasi sebelum penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran mendatang.
Langkah ini dinilai strategis. Industri haji dan umroh terus berkembang, butuh SDM profesional yang paham fikih sekaligus manajemen perjalanan. Umtas ingin ambil peran mencetak tenaga ahli di bidang tersebut.
Sejauh ini, Umtas aktif menjalin kerja sama internasional. Salah satunya dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia. Kolaborasi mencakup pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga pengembangan kurikulum. “Jejaring global penting agar lulusan kita punya daya saing dan wawasan luas,” kata Rektor.
Di akhir sambutan, Rektor menitipkan pesan kepada 244 lulusan. Pertama, jaga nama baik almamater di mana pun berada. Kedua, jadilah lulusan yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat. “Gelar bukan sekadar hiasan di nama. Gelar adalah amanah untuk mengabdi,” pesannya.
Suasana wisuda kian syahdu saat perwakilan wisudawan menyampaikan ikrar alumni. Mereka berjanji memegang teguh nilai-nilai Islam berkemajuan, profesional, dan berintegritas.
Wisuda XV Umtas bukan sekadar seremoni. Ia jadi penanda bahwa kampus terus berbenah, membuka prodi baru, memperluas jejaring, dan menyiapkan lulusan yang adaptif. Tantangan kerja boleh berat, tapi bekal kewirausahaan dan semangat mengabdi diharapkan jadi modal.(Vhet)***
